Berapa Biaya Desain Interior 3D per Ruangan? Ini Perhitungannya

Berapa Biaya Desain Interior 3D per Ruangan

Ingin melihat gambaran interior rumah atau ruang komersial sebelum proses renovasi dimulai? Desain interior 3D dapat membantu Anda mendapatkan visual yang lebih jelas mengenai tata ruang, pemilihan material, warna, hingga penempatan furniture.

Namun, berapa sebenarnya biaya desain interior 3D per ruangan?

Sebagai gambaran, biaya desain interior 3D dapat dihitung berdasarkan luas area yang akan didesain. Untuk rumah, kisaran yang digunakan adalah Rp200.000 per meter persegi, sedangkan untuk area komersial sekitar Rp350.000 per meter persegi.

Dengan sistem per meter persegi, Anda dapat memperkirakan biaya desain sejak awal berdasarkan ukuran ruangan yang dimiliki.

Berapa Biaya Desain Interior 3D per Meter Persegi?

Biaya desain interior 3D umumnya dipengaruhi oleh luas ruangan dan kebutuhan gambar yang diperlukan. Semakin luas area yang didesain, semakin banyak pula detail yang perlu dibuat.

Untuk perhitungan yang digunakan dalam artikel ini:

Jenis RuanganBiaya Desain
RumahRp200.000/m²
KomersialRp350.000/m²

Sebagai contoh, jika Anda ingin mendesain ruang tamu rumah dengan luas 20 m², perhitungannya:

20 m² × Rp200.000 = Rp4.000.000

Sementara untuk area komersial dengan luas yang sama:

20 m² × Rp350.000 = Rp7.000.000

Perbedaan harga tersebut berkaitan dengan kebutuhan desain dan tingkat kompleksitas area komersial yang umumnya lebih beragam dibandingkan ruang hunian.

Contoh Perhitungan Biaya Desain Interior 3D per Ruangan

Agar lebih mudah memperkirakan anggaran, berikut beberapa contoh perhitungan berdasarkan luas ruangan.

1. Kamar Tidur 12 m²

Untuk kamar tidur rumah seluas 12 m²:

12 m² × Rp200.000 = Rp2.400.000

Jadi, estimasi biaya desain interior 3D untuk kamar tersebut adalah Rp2,4 juta.

Desain dapat mencakup pengaturan posisi tempat tidur, lemari, meja, pencahayaan, serta elemen dekorasi. Jika membutuhkan referensi penataan, Anda juga dapat melihat inspirasi desain interior kamar tidur untuk memahami bagaimana setiap elemen dapat disusun secara proporsional.

2. Ruang Tamu 20 m²

Untuk ruang tamu rumah dengan luas 20 m²:

20 m² × Rp200.000 = Rp4.000.000

Dalam proses desain, area seperti sofa, meja kopi, kabinet TV, karpet, dan pencahayaan perlu dipertimbangkan secara bersamaan agar menghasilkan komposisi yang seimbang.

Pemilihan sofa juga perlu disesuaikan dengan ukuran ruangan. Sofa yang terlalu besar dapat membuat ruang tamu terasa sempit, sedangkan sofa yang terlalu kecil dapat membuat ruangan terlihat kurang proporsional.

3. Ruang Keluarga 25 m²

Jika luas ruang keluarga mencapai 25 m²:

25 m² × Rp200.000 = Rp5.000.000

Ruang keluarga biasanya membutuhkan perhatian lebih pada tata letak karena digunakan untuk berbagai aktivitas. Area duduk, meja, penyimpanan, hingga akses menuju ruangan lain perlu diperhitungkan sejak tahap desain.

Untuk hunian dengan konsep ruang terbuka, penerapan rumah open space juga dapat menjadi pertimbangan agar ruang keluarga, ruang makan, dan dapur terasa lebih menyatu.

4. Ruang Kantor 30 m²

Untuk ruang komersial atau kantor dengan luas 30 m²:

30 m² × Rp350.000 = Rp10.500.000

Biaya desainnya lebih tinggi dibandingkan rumah karena menggunakan tarif desain komersial.

Dalam ruang kantor, desain tidak hanya mempertimbangkan tampilan visual. Tata letak meja kerja, area penyimpanan, sirkulasi, hingga kebutuhan meeting juga perlu diperhatikan.

Jika Anda sedang menata ruang kerja, pembahasan mengenai tata ruang kantor dapat menjadi referensi untuk memahami hubungan antara ukuran ruangan dan penempatan furniture.

5. Cafe 50 m²

Untuk cafe dengan luas 50 m²:

50 m² × Rp350.000 = Rp17.500.000

Pada desain cafe, luas lantai bukan satu-satunya aspek yang perlu diperhatikan. Area pelanggan, kasir, dapur, sirkulasi staf, dan elemen branding harus dapat bekerja dalam satu layout.

Karena itu, desain interior cafe membutuhkan perencanaan yang berbeda dari desain rumah.

Apa Saja yang Didapat dari Desain Interior 3D?

Desain interior 3D bukan hanya gambar ruangan yang terlihat realistis. Dalam proses perencanaan interior, terdapat beberapa output yang dapat membantu Anda memahami desain secara lebih menyeluruh.

1. 3D Modeling Interior

3D Modeling Interior merupakan proses membuat model tiga dimensi dari ruangan beserta elemen interior di dalamnya.

Model ini dapat menggambarkan bentuk ruangan, furniture, kabinet, dinding, plafon, hingga elemen dekoratif.

Dengan model 3D, Anda dapat melihat bagaimana sebuah furniture seperti sofa, meja, lemari, atau kabinet akan ditempatkan sebelum benar-benar dibuat atau dibeli.

2. Gambar Teknis Interior

Selain visual 3D, desain interior juga dapat membutuhkan gambar teknis interior.

Gambar teknis berfungsi memberikan informasi yang lebih detail mengenai ukuran, posisi, dan konstruksi elemen interior. Hal ini penting terutama ketika desain akan dilanjutkan ke tahap produksi atau pengerjaan di lapangan.

Gambar teknis juga membantu mengurangi perbedaan antara desain yang direncanakan dengan hasil pengerjaan.

3. Render Interior

Render interior merupakan hasil visualisasi desain yang dibuat menyerupai kondisi sebenarnya.

Melalui render, Anda dapat melihat kombinasi warna, material, pencahayaan, furniture, dan elemen dekorasi dalam satu tampilan.

Misalnya, penggunaan material kayu, HPL, kaca, atau finishing tertentu dapat divisualisasikan terlebih dahulu sehingga Anda memiliki gambaran yang lebih jelas sebelum menentukan pilihan.

Jika ingin memahami material furniture lebih jauh, Anda juga dapat mempelajari karakteristik HPL, plywood, maupun material interior lainnya sebelum menentukan finishing.

4. RAB Interior

Dalam proyek interior, RAB interior atau Rencana Anggaran Biaya interior dapat membantu memperkirakan kebutuhan biaya pengerjaan.

RAB berbeda dengan biaya jasa desain. Biaya desain digunakan untuk proses perencanaan, sedangkan RAB berisi perkiraan kebutuhan biaya pekerjaan dan material yang diperlukan untuk mewujudkan desain tersebut.

Dengan adanya RAB, Anda dapat memiliki gambaran mengenai anggaran yang perlu dipersiapkan sebelum proyek masuk ke tahap pengerjaan.

Apakah Biaya Desain Interior 3D Dihitung per Ruangan atau Luas Total?

Hal ini bergantung pada sistem harga yang digunakan oleh penyedia jasa desain.

Jika menggunakan sistem per meter persegi, biaya biasanya dihitung berdasarkan luas area yang masuk dalam lingkup desain.

Contohnya, Anda memiliki rumah dengan:

  • Ruang tamu: 20 m²
  • Ruang keluarga: 25 m²
  • Kamar tidur utama: 16 m²
  • Kamar tidur anak: 12 m²

Total area yang didesain adalah:

20 + 25 + 16 + 12 = 73 m²

Dengan tarif rumah Rp200.000/m²:

73 m² × Rp200.000 = Rp14.600.000

Jadi, estimasi biaya desain untuk total area 73 m² adalah Rp14,6 juta.

Perhitungan seperti ini lebih akurat dibandingkan hanya memperkirakan berdasarkan jumlah ruangan karena ukuran setiap ruangan dapat berbeda.

Apa yang Membuat Biaya Desain Interior Berbeda?

Meskipun harga dapat dihitung berdasarkan luas, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum menentukan anggaran.

Luas Area

Luas merupakan salah satu faktor utama jika jasa desain menggunakan sistem harga per meter persegi. Area yang lebih luas membutuhkan lebih banyak pekerjaan pemodelan dan dokumentasi.

Kompleksitas Desain

Desain minimalis dengan elemen sederhana tentu memiliki kebutuhan pengerjaan yang berbeda dengan interior yang memiliki banyak detail, custom furniture, atau elemen dekoratif.

Jenis Properti

Kebutuhan desain rumah, apartemen, kantor, cafe, dan hotel tidak selalu sama.

Sebagai contoh, kebutuhan desain interior rumah lebih banyak berkaitan dengan kenyamanan penghuni, sedangkan area komersial perlu mempertimbangkan fungsi bisnis dan pengalaman pengguna.

Detail Furniture

Furniture custom seperti kabinet built-in, wardrobe, kitchen set, atau backdrop dapat membutuhkan detail desain yang lebih spesifik.

Untuk kebutuhan tersebut, desain dapat dikaitkan dengan proses custom furniture sehingga ukuran dan bentuk furniture dapat disesuaikan dengan kondisi ruangan.

Desain Interior 3D Rumah vs Komersial

Perbedaan tarif antara rumah dan komersial dapat dilihat melalui contoh berikut.

Luas AreaRumah Rp200.000/m²Komersial Rp350.000/m²
10 m²Rp2.000.000Rp3.500.000
20 m²Rp4.000.000Rp7.000.000
30 m²Rp6.000.000Rp10.500.000
40 m²Rp8.000.000Rp14.000.000
50 m²Rp10.000.000Rp17.500.000
100 m²Rp20.000.000Rp35.000.000

Tabel tersebut dapat digunakan sebagai acuan awal untuk membuat anggaran desain.

Namun, biaya aktual tetap perlu disesuaikan dengan luas area yang benar-benar masuk dalam lingkup pekerjaan dan kebutuhan desain masing-masing proyek.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Desain Interior 3D?

Desain interior 3D sangat membantu ketika Anda sudah memiliki ruangan tetapi masih belum yakin dengan konsep, tata letak, warna, maupun material yang akan digunakan.

Dengan visualisasi terlebih dahulu, keputusan mengenai interior dapat dibuat sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Hal ini juga berguna untuk proyek yang memiliki banyak furniture custom. Anda dapat melihat proporsi furniture terhadap ruangan sebelum masuk ke tahap produksi.

Untuk proyek yang membutuhkan perencanaan sekaligus pengerjaan, jasa desain interior dan kontraktor interior dapat menjadi pilihan karena proses desain dapat dilanjutkan ke tahap implementasi.

Berapa Budget yang Perlu Disiapkan?

Jika menggunakan acuan harga Rp200.000/m² untuk rumah dan Rp350.000/m² untuk komersial, Anda dapat menghitung budget awal dengan rumus sederhana:

Biaya desain = luas area × harga per m²

Contohnya:

Rumah 30 m²
30 × Rp200.000 = Rp6.000.000

Komersial 30 m²
30 × Rp350.000 = Rp10.500.000

Dengan rumus tersebut, Anda dapat membuat estimasi awal sebelum berkonsultasi dengan penyedia jasa desain interior.

Desain 3D Hanya Sebagian dari Anggaran Interior

Perlu dibedakan antara biaya desain interior 3D dengan biaya untuk mewujudkan desain tersebut.

Desain merupakan tahap perencanaan. Sementara itu, pekerjaan seperti pembuatan furniture, kitchen set, instalasi, finishing, dan pekerjaan interior lainnya membutuhkan anggaran tersendiri.

Sebagai gambaran, biaya desain dan build di POJAHOME mulai dari Rp2,7 juta per meter untuk penggunaan plywood dengan finishing HPL dan Taco Sheet. Angka tersebut merupakan acuan untuk layanan desain dan build, sehingga tidak sama dengan tarif desain 3D per meter persegi yang dibahas di atas.

Jadi, Berapa Biaya Desain Interior 3D per Ruangan?

Biaya desain interior 3D dapat dihitung dengan cukup sederhana menggunakan luas area.

Untuk acuan:

  • Rumah: Rp200.000/m²
  • Komersial: Rp350.000/m²

Misalnya ruangan rumah memiliki luas 20 m², estimasi biayanya Rp4 juta. Sementara ruangan komersial dengan luas yang sama membutuhkan estimasi Rp7 juta.

Dalam proses desain, kebutuhan dapat mencakup 3D Modeling Interior, gambar teknis interior, render interior, hingga RAB interior, tergantung lingkup pekerjaan yang disepakati.

Karena kebutuhan setiap ruangan berbeda, luas area sebaiknya dihitung terlebih dahulu sebelum menentukan budget desain.

Wujudkan Desain Interior Sesuai Kebutuhan Bersama POJAHOME

POJAHOME menyediakan layanan jasa desain interior untuk berbagai kebutuhan, mulai dari rumah, apartemen, hingga ruang komersial. Perencanaan desain dapat disesuaikan dengan luas ruangan, kebutuhan furniture, gaya interior, serta kebutuhan proyek.

Untuk hunian, Anda dapat mempertimbangkan layanan jasa desain interior rumah, sedangkan kebutuhan bisnis dapat disesuaikan dengan layanan seperti desain interior kantor, toko, cafe, maupun hotel.

Jika desain sudah siap dan ingin dilanjutkan ke tahap pengerjaan, tersedia pula layanan jasa kontraktor interior untuk membantu mewujudkan rancangan menjadi ruang yang siap digunakan.