Apa Itu Rumah Open Space? Konsep dan Kelebihanya
7 Jenis Gorden yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Beli
- Last Update: September 12, 2026
- Penulis: Siti Aisyah

Memilih gorden tidak cukup hanya berdasarkan warna dan motif. Setiap jenis gorden memiliki karakteristik, tingkat ketebalan, kemampuan mengatur cahaya, serta tampilan yang berbeda. Karena itu, memahami jenis gorden terlebih dahulu akan membantu kamu menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan ruangan.
Apalagi, gorden tidak hanya berfungsi sebagai penutup jendela. Dalam interior, gorden dapat memengaruhi pencahayaan, privasi, kenyamanan, bahkan kesan luas atau sempit pada sebuah ruangan.
Sebelum membeli, kenali 7 jenis gorden berikut beserta karakteristik dan penggunaannya.

1. Gorden Blackout
Gorden blackout merupakan jenis gorden dengan material yang dirancang untuk menghalangi sebagian besar cahaya dari luar. Karena kemampuannya mengurangi cahaya secara signifikan, gorden ini banyak digunakan pada kamar tidur, ruang keluarga, hingga ruangan yang membutuhkan kontrol pencahayaan.
Gorden blackout cocok untuk kamu yang ingin ruangan lebih gelap dan privat, terutama ketika jendela mendapatkan paparan sinar matahari langsung.
Selain sebagai penutup jendela, gorden blackout juga dapat membantu membuat suasana ruangan terasa lebih nyaman ketika digunakan untuk beristirahat.
Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua gorden blackout memiliki tingkat penghalangan cahaya yang sama. Cara pemasangan dan celah di sisi gorden juga dapat memengaruhi jumlah cahaya yang masuk.
Untuk memahami karakteristiknya secara lebih lengkap, kamu bisa membaca artikel tentang gorden blackout.
Cocok untuk kamar tidur, ruang keluarga, home theater, dan ruangan yang membutuhkan privasi tinggi.
2. Gorden Vitrase
Berbeda dengan blackout, vitrase memiliki material yang lebih tipis dan transparan sehingga cahaya dari luar tetap dapat masuk ke dalam ruangan.
Jenis gorden ini biasanya digunakan untuk mendapatkan pencahayaan alami sekaligus menjaga privasi pada tingkat tertentu. Vitrase juga sering dipadukan dengan gorden yang lebih tebal sehingga keduanya dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Pada siang hari, vitrase dapat ditutup untuk menyaring cahaya tanpa membuat ruangan menjadi terlalu gelap. Ketika membutuhkan privasi lebih tinggi, gorden utama dapat ditutup.
Dari sisi visual, material vitrase yang ringan juga dapat membuat jendela terlihat lebih lembut dan ruangan terasa lebih terang.
Jika ingin mengetahui lebih jauh mengenai fungsi dan penggunaannya, baca juga artikel vitrase.
Cocok untuk ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, dan ruangan dengan banyak cahaya alami.
3. Gorden Dimout
Gorden dimout berada di antara gorden biasa dan blackout dalam hal kemampuan mengontrol cahaya. Materialnya mampu mengurangi intensitas cahaya yang masuk, tetapi tidak selalu membuat ruangan menjadi gelap sepenuhnya.
Karakteristik tersebut membuat dimout menjadi pilihan menarik untuk ruangan yang membutuhkan pencahayaan lebih terkendali tanpa kehilangan suasana alami dari cahaya luar.
Misalnya, pada ruang keluarga, dimout dapat digunakan untuk mengurangi silau matahari pada siang hari. Pada kamar tidur, jenis ini juga dapat digunakan jika kamu tidak membutuhkan kondisi ruangan yang benar-benar gelap.
Perbedaan utama dengan blackout terletak pada tingkat penghalangan cahaya. Karena itu, sebaiknya tentukan terlebih dahulu apakah kebutuhan utama kamu adalah mengurangi cahaya atau menghalangi cahaya sebanyak mungkin.
Cocok untuk ruang keluarga, ruang tamu, kamar tidur, dan ruang kerja.
4. Gorden Sheer
Gorden sheer memiliki karakter material yang ringan dan cenderung transparan. Secara visual, jenis gorden ini memberikan kesan ringan sehingga cocok digunakan pada interior yang mengutamakan pencahayaan alami.
Sheer dapat menjadi pilihan ketika kamu ingin jendela tetap terlihat terang tanpa membiarkan area dalam ruangan terbuka sepenuhnya dari pandangan luar.
Dalam penerapannya, sheer sering digunakan sebagai lapisan pertama dan dipadukan dengan gorden yang lebih tebal. Kombinasi ini memberikan fleksibilitas dalam mengatur cahaya dan privasi.
Untuk ruangan bergaya minimalis atau Scandinavian, misalnya, karakter sheer yang ringan dapat membantu mempertahankan kesan interior yang bersih dan tidak terlalu berat.
Cocok untuk ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, dan interior bergaya minimalis.
5. Gorden Ripple Fold
Ripple fold memiliki ciri khas lipatan kain yang membentuk gelombang secara konsisten ketika gorden dibuka maupun ditutup. Tampilan ini memberikan kesan rapi dan modern.
Berbeda dengan gorden dengan lipatan konvensional, ripple fold menggunakan sistem pemasangan yang memungkinkan kain bergerak secara teratur sepanjang rel.
Karena tampilannya yang sederhana tetapi tetap elegan, ripple fold cukup fleksibel untuk berbagai konsep interior. Jenis ini juga dapat memberikan tampilan jendela yang lebih menyatu dengan bidang dinding.
Pada ruang dengan konsep modern kontemporer, misalnya, garis dan gelombang kain yang konsisten dapat mendukung karakter interior yang bersih dan teratur. Kamu bisa membaca lebih lanjut mengenai modern kontemporer untuk memahami karakter gaya tersebut.
Cocok untuk ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, hotel, dan interior modern.
6. Gorden Pleat
Gorden pleat memiliki lipatan yang dibuat secara teratur pada bagian atas kain. Salah satu karakter utamanya adalah tampilannya yang lebih terstruktur dibandingkan jenis gorden dengan kain yang jatuh bebas.
Jenis pleat tersedia dalam berbagai bentuk lipatan. Perbedaan pola lipatan tersebut dapat menghasilkan tampilan yang berbeda, mulai dari sederhana hingga lebih formal.
Gorden jenis ini cocok digunakan ketika kamu ingin elemen jendela terlihat lebih dekoratif. Pemilihan kain, warna, dan jumlah lipatan juga dapat disesuaikan dengan karakter ruangan.
Pada interior dengan gaya klasik atau modern klasik, misalnya, lipatan yang lebih terstruktur dapat membantu memperkuat kesan elegan. Jika ingin mengenal karakter gaya tersebut, kamu bisa melihat pembahasan mengenai modern klasik.
Cocok untuk: ruang tamu, kamar tidur utama, ruang makan, dan interior klasik maupun modern klasik.
7. Gorden Panel
Gorden panel terdiri dari bidang kain yang relatif lebar dan digunakan sebagai penutup jendela maupun bukaan tertentu. Bentuknya yang sederhana membuat jenis ini mudah diterapkan pada berbagai kebutuhan interior.
Gorden panel juga dapat digunakan untuk bukaan berukuran besar. Pada jendela atau pintu kaca yang lebar, penggunaan beberapa panel memungkinkan area tersebut ditutup dengan lebih fleksibel.
Selain sebagai penutup jendela, panel kain juga dapat digunakan untuk membagi area tertentu secara visual. Karena itu, jenis gorden ini cukup relevan untuk ruangan dengan konsep open space.
Pada hunian dengan ruang terbuka, misalnya, elemen kain dapat membantu menciptakan batas visual tanpa harus membuat pembatas permanen. Konsep ini juga berkaitan dengan penerapan rumah open space.
Cocok untuk jendela besar, pintu kaca, ruang open space, dan ruangan dengan bukaan lebar.
Cara Memilih Jenis Gorden yang Tepat

Setelah mengenal berbagai jenisnya, jangan langsung memilih berdasarkan tampilan. Pertimbangkan beberapa hal berikut.
1. Perhatikan kebutuhan cahaya
Tentukan seberapa banyak cahaya yang ingin masuk ke ruangan.
- Cahaya tetap masuk: pilih vitrase atau sheer.
- Cahaya dikurangi: dimout dapat menjadi pilihan.
- Cahaya ingin diminimalkan: pertimbangkan blackout.
Dengan menentukan kebutuhan cahaya terlebih dahulu, pilihan gorden akan menjadi lebih terarah.
2. Sesuaikan dengan fungsi ruangan
Setiap ruangan memiliki kebutuhan berbeda. Kamar tidur biasanya membutuhkan privasi dan kontrol cahaya yang lebih baik, sedangkan ruang tamu mungkin lebih mengutamakan pencahayaan alami dan tampilan.
Untuk ruang tamu, misalnya, pemilihan gorden sebaiknya mempertimbangkan hubungan antara jendela dengan elemen lain seperti sofa dan meja agar keseluruhan interior terlihat proporsional.
3. Perhatikan ukuran jendela
Ukuran jendela turut menentukan jenis dan jumlah kain yang dibutuhkan. Jendela berukuran besar membutuhkan pertimbangan berbeda dibandingkan jendela kecil.
Untuk bukaan yang lebar, gorden panel atau sistem gorden dengan beberapa bidang kain dapat menjadi pilihan yang lebih praktis.
4. Sesuaikan dengan gaya interior
Gorden sebaiknya menjadi bagian dari keseluruhan konsep ruangan, bukan elemen yang berdiri sendiri.
Pada interior minimalis, kain dengan warna netral dan desain sederhana biasanya lebih mudah menyatu. Sementara itu, interior klasik dapat menggunakan kain dengan tekstur atau lipatan yang lebih dekoratif.
Jika kamu sedang menentukan konsep ruangan dari awal, memahami gaya desain interior populer di Indonesia dapat membantu menentukan karakter gorden yang sesuai.
5. Jangan mengabaikan cara pemasangan
Jenis kain bukan satu-satunya faktor yang menentukan tampilan akhir. Tinggi pemasangan rel, lebar gorden, jumlah kain, serta jarak dari lantai juga berpengaruh.
Gorden yang dipasang terlalu rendah atau terlalu pendek dapat membuat proporsi jendela terlihat kurang seimbang. Sebaliknya, pemasangan yang tepat dapat membuat bukaan terlihat lebih tinggi dan ruangan terasa lebih proporsional.
Mana Jenis Gorden yang Paling Tepat?
Tidak ada satu jenis gorden yang paling baik untuk semua ruangan. Pilihan yang tepat bergantung pada kebutuhan pencahayaan, privasi, ukuran jendela, serta konsep interior.
Secara sederhana:
| Jenis gorden | Karakter utama | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Blackout | Menghalangi banyak cahaya | Kamar tidur |
| Vitrase | Tipis dan meneruskan cahaya | Ruang tamu |
| Dimout | Mengurangi intensitas cahaya | Ruang keluarga |
| Sheer | Ringan dan transparan | Interior minimalis |
| Ripple fold | Lipatan bergelombang dan rapi | Interior modern |
| Pleat | Lipatan terstruktur | Interior klasik |
| Panel | Bidang kain lebar dan fleksibel | Jendela besar |
Jika kebutuhan cahaya dan privasi cukup beragam, kamu juga tidak harus memilih satu jenis saja. Kombinasi seperti vitrase atau sheer dengan blackout dapat memberikan fleksibilitas untuk mengatur suasana ruangan sepanjang hari.
Lengkapi Interior dengan Gorden yang Sesuai
Gorden memiliki peran yang cukup besar dalam membentuk suasana ruangan. Karena itu, pemilihannya sebaiknya mempertimbangkan fungsi, ukuran bukaan, kebutuhan cahaya, hingga gaya interior secara keseluruhan.
POJAHOME menyediakan koleksi gorden untuk berbagai kebutuhan interior. Jika gorden merupakan bagian dari penataan ruangan secara menyeluruh, pilihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan furniture dan konsep desain interior agar setiap elemen terlihat lebih harmonis.
Related Articles
Warna Gorden yang Cocok untuk Dinding Warna Cream, Ini Pilihannya
Mengapa Biaya Desain Interior di Mall dan Apartemen Lebih Tinggi?
Jenis Marmer yang Paling Banyak Digunakan di Indonesia
5 Material Kitchen Set Terbaik untuk Dapur Modern
Apa Itu Vitrase? Pengertian, Fungsi, dan Keindahannya untuk Rumah
